|
Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. Ulangan 8:4-10.
1. Perjalanan bangsa Israel berawal dari janji Allah kepada Abraham: Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat" Kejadian 15:18. 2. Tapi dalam penggenapannya, bangsa Israel tidak langsung menerima tanah perjanjian itu. Ada proses panjang yang melatih roh, jiwa dan tubuh untuk menerima janji itu. Mereka dilatih untuk beriman dan berjuang. Dan diberi pengertian nyata mengenai keselarasan antara iman dan perjuangan. 3. Tuhan melatih bangsa Israel untuk disiplin, dimana mereka harus berangkat saat tiang api bergerak dan berkemah saat tiang api diam. Makanan mereka, yaitu manna, harus dikumpulkan di pagi hari karena akan cair saat matahari muncul. Tuhan melatih mereka untuk disiplin menjaga kesehatan dengan berpantang makanan haram (yang memang tidak baik untuk kesehatan), menjaga kebersihan, beristirahat di hari Sabat, dll. 4. Tuhan melatih mereka untuk tangguh, dengan melewati padang pasir, berperang, menerobos benteng-benteng musuh. Tuhan melatih mereka untuk taat pada otoritas, tidak menekan orang miskin dan lemah, adil, jujur, dan banyak hal sehubungan dengan karakter. 5. Tetapi Tuhan juga menunjukkan bahwa saat segala sesuatu mustahil untuk dilakukan, perjuangan tetap dapat dilanjutkan dalam iman. Tuhan membelah laut teberau sehingga mereka dapat berjalan di tanah kering, membimbing dengan tiang api dan tiang awan, memberikan manna yang muncul tepat di perkemahan mereka, meruntuhkan tembok Yeriko dengan berjalan mengelilingi, dll. 6. Iman kepada janji Allah menjadi titik awal perjuangan, iman menjadi landasan perjuangan, iman menjadi penerobos menghadapi kemustahilan, dan iman menjadi penentu keberhasilan mereka memasuki tanah perjanjian. 7. Pada saat Tuhan menyatakan janji Nya, Tuhan meletakkan "benih iman" di dalam roh kita. Benih itu mungkin sekecil biji sesawi, tetapi mampu memindahkan gunung masalah kita. Benih iman tidak membuat kita menjadi pasif dan malas, tetapi benih itu membuat kita memiliki alasan tepat untuk berjuang. Karena yang kita lakukan tidak sia-sia, Allah yang besar bersama dengan kita. 8. Iman yang terus kita pelihara dan tumbuhkan; karakter yang kita latih dalam Firman Allah; serta perjuangan kita bersama Allah; akan membawa kita ke tanah perjanjian. Tetapi, bahkan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, Allah memperhatikan kita dalam pemeliharaanNya yang sempurna. |